PERAN PSIKOLOG DALAM MEMINIMALISIR PERILAKU SCHOOL BULLYING DENGAN PENDEKATAN SELF ESTEEM SISWA

 

Dewi Sartika Akbar1),  Siti Qodariah2) dan Devina Fidelia

Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung

1)      dsartk@yahoo.com

2)       siti.qodariah@yahoo.co.id

 

ABSTRAK

 

Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/sekelompok siswa terhadap siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan  menyakiti orang tersebut. Penulisan ini dilatarbelakangi dari penelitian perilaku bullying yang dilakukan oleh senior terhadap juniornya di suatu SMU ”X” di kota Bandung. Perilaku bullying yang terjadi berulang-ulang pada korban memberikan dampak fisik maupun psikologis.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa semakin tinggi perlakuan bullying maka semakin rendah self esteem remaja wanita yang menjadi korban bullying. Bullying dimensi perilaku non verbal langsung merupakan dimensi bullying yang paling banyak dialami. Bullying memiliki hubungan pada segala dimensi self esteem dengan tingkat korelasi yang paling besar adalah dimensi power, kemudian virtue, competence baru significance. Perlakuan bullying, dalam bentuk apapun akan mengembangkan perasaan tidak berharga dan tidak dihormati oleh lingkungannya.

Peran Psikolog  diperlukan terutama untuk menghilangkan dampak psikologis, juga untuk  memutuskan rantai perilaku bullying dari senior pada yunior, dengan mengubah pola pikir  yang sebelumnya bersifat irrasional, dengan belief yang cenderung negatif dan merugikan,  menuju pola pikir yang semakin rasional, menjadi positif dalam menilai diri. Sejalan dengan keberhasilan dalam mengubah pola pikirnya, maka self esteem pada subyek penelitian ini semakin meningkat.

 

Kata kunci : Bullying, Self Esteem, belief

Fulltext : PDF

Leave a reply