
EMANSIPASI DAN PERAN PRIA YANG SEMAKIN MEMUDAR ?
Achmad Mutho M Rois
Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung Semarang
ABSTRAK
Dinamika kehidupan masyarakat menuntut tercukupinya kebutuhan hidup, semakin berat bagi keluarga yang masih mendudukkan pria sebagai panangung jawab pencari nafkah dan tempat bergantungnya seluruh kebutuhan sandang, pangan, pangan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan-kebutuhan sosial lainnya bagi keluarga.
Peran tradisional pria, terasa semakin menjadi “beban” manakala angka kapadatan penduduk tinggi dengan permasalahan sosial yang multi demensional. Permasalah itu menonjol pada kompetisi sosial dan kualitas ketrampilan dan pendidikan individu tidak sejalan dengan tersedianya angka kesempatan kerja yang terbatas. Ketatnya kompetisi meraih kehidupan, peran pria cenderung dituntut memiliki kemampuan berkarya dengan penghasilan “lebih”. Permasalahan klasik sosial, yaitu muncul tuntutan lain seperti ingin menjadi pria jantan, hedonisme, manambah pangalaman menantang, terkenanl dll, membutuhkan persiapan biaya tinggi dan berpotensi mengurangi tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Pada kondisi demikian kaum wanita atau ibu rumah tangga merasakan menjadi beban keluarga semakin berat. Wanita/ibu rumah tangga bisa-bisa menjadi korban kekerasan rumah tangga, dikarenakan dianggap tidak mampu mengelola nafkah suami dengan baik, tidak bisa memberi inspirasi, tidak mampu memenuhi kebutuhan spikologis, tidak mau mengerti persoalan suami, sehingga perselihan demi perselihan muncul dan silih berganti yang berpotensi terjadinya kekarasan dalam keluarga hingga, pecahnya keluarga. Ketergantunga pada pria yang tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga, muncullah upaya-upaya untuk membantu mencari nafkah membantu suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Peran wanita dengan pengalaman dan kualitas pendidikan yang baik, dan penerimaan lingkungan sosial baik pula ternyata dapat merealisir gagasan bahwa wanita juga dapat mencari nafkah seperti pria, bahkan diantara wanita itu mampu melebihi penghasilan pria. Peran wanita sukses ini ternyata dibeberapa kasus menggeser peran pria dan menuntut adanya kesetaraan gender dalam status maupun penghargaan / gaji.
Fulltext: Pdf
Leave a reply
Leave a reply