
ORANG TUA ASUH DI PANTI ASUHAN: KONFLIK PERAN DALAM
MEMBANGUN KARAKTER ANAK ASUH
Yadi Purwanto
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta
yadipurwanto@ymail.com
INTISARI
Tidak ada seorang anakpun mengharapkan akan kehilangan orangtua, baik karena meninggal dunia, maupun ditinggalkan perceraian, dibuang atau dititipkan. Sebagian mereka masih beruntung ditampung di panti asuhan. Mereka mendapatkan perhatian, pengayoman dan kasih sayang “orang tua “dummy”, yaitu berperan sebagai orang tua tetapi bukan orang tua. Di sisi lain anak asuh menerima dengan pemaknaan yang berbeda, mulai dari penerimaan yang total, meragukan, dan menolak. Rentang penerimaan psikologis ini fluktuatif kadang menguat positif kadang menguat negatif. Hal tersebut tidak terlepas dari pola yang diperankan orang tua asuh. Orang tua asuh memiliki fungsi yang cukup banyak yaitu mereka sebagai orang tua angkat, orang lain yang berjasa, kakak atau teman. Di sisi lain peran orang tua asuh memiliki sisi ambiguitas, yaitu antara sebagai orang lain dan sebagai orang tua. Ambiguitas ini berpengaruh besar dalam pola asuh pembentukan karakter anak asuh.
Kata kunci: orang tua, orang tua asuh, anak asuh, panti asuhan, ambiguitas peran, karakter.
Fulltext: Pdf
Leave a reply
Leave a reply