MENGEMBANGKAN ASPEK EMOSI-SOSIAL

ANAK USIA DINI  MELALUI RESPONSIVITAS GURU

 

Inhastuti Sugiasih

Fakultas Psikologi Unissula Semarang

 

INTISARI

Lingkungan sekolah adalah lingkungan sosialisasi yang ke dua bagi anak  setelah lingkungan rumah. Guru sebagai orang dewasa pengganti posisi ibu bagi anak sangat memegang peranan penting dalam mengoptimalkan setiap aspek perkembangan anak. Salah satu aspek perkembangan yang penting selain aspek kognisi untuk menunjang keberhasilan anak di sekolah adalah aspek emosi-sosial. Dengan kemampuan emosi-sosial  yang dimiliki maka anak mampu mendefinisikan secara tepat emosi yang sedang dialaminya maupun yang sedang dialami oleh orang lain, mempunyai relasi yang baik dengan guru maupun teman sebaya, mampu mengelola marah, frustrasi dan stres ketika berhadapan dengan situasi yang membangkitkan emosi, menikmati proses belajar, memberikan perhatian dan mampu bekerja secara mandiri dan kooperatif di dalam kelas.

Salah satu usaha untuk mengembangkan  aspek  emosi-sosial anak  secara optimal maka guru harus responsif terhadap anak didiknya. Responsivitas guru adalah kecepatan menangkap sinyal-sinyal yang ditampilkan anak dan ketepatan berperilaku  guru pada saat ia berinteraksi dengan anak (Benwitch & Cohen dalam WHO, 2004). Kemampuan yang harus dimiliki guru menurut Martin  (WHO, 2004) supaya mampu responsif adalah (1) Sensifitas terhadap tanda-tanda yang dimunculkan anak (sensivity and  emphatic awareness), yaitu adanya kepekaan, kesadaran dan pemahaman guru akan perasaan yang muncul pada anak. (2) Memberikan respon segera (contingency), yaitu tingkah laku yang dapat diprediksikan dan tingkah laku yang spontan, segera dan sesuai dalam merespon tingkah laku anak. (3) Keterlibatan (engagement), yaitu ketika guru memberikan dukungan dan dorongan pada anak. (4) Nada emosi yang positif (positive emotional tone). (5) Melakukan kegiatan dengan lembut (non-intrusiveness)

 

Kata Kunci : Emosi-sosial, responsivitas guru

Fulltext: Pdf

Leave a reply